<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1640087504743317199</id><updated>2011-04-21T13:50:48.220-07:00</updated><category term='High School Madness'/><title type='text'>My Life Story</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kenziekeandra.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1640087504743317199/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenziekeandra.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>KenzieKeandra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18100156543720424899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1Av5bN0aRsg/SPYU0dx10uI/AAAAAAAAAAc/Ptf22mp9gdw/S220/DSCN0482.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1640087504743317199.post-3214118450169903724</id><published>2009-01-28T09:12:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T09:24:21.768-08:00</updated><title type='text'>TErlalu Jauh</title><content type='html'>PErpisahan selalu menyesakkan, selalu menimbulkan bercak lara di hati. Mungkin kali ini duka perpisahan lebih menyayatku. Tak hanya hati dan jiwa, tapi serasa mencabut seluruh akalku. Dia  pergi bersama hembusan awan yang bergulung dan angin yang berhembus ke timur. Meninggalkanku berkubang dalam nyeri di hati yang tak terperi. Mengapa perpisahan ini berjuta lebih berat daripada sebelum-sebelumnya? mengapa perpisahan ini meremukkan hatiku?  Mungkin karena perpisahan ini juga memisahkan hatiku dari tubuhku dan jiwaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Saat senja menyapa, hanya gemintang memandu rinduku. Kucari penghiburan kepada langit, karena aku tahu, dia juga akan menatap langit yang sama, meski bumi yang kami pijak tak sama, walau mentari berlungsur lebih cepat di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Entah kapan perpisahan itu selalu terjadi. Terlalu jauh kudipisahkan dari rasa dan tawa  yang kau bawa. Tak bisa kuharap kau cepat kembali, karena tak ada indah yang mampu kugenggamkan untukmu dan malaikat kecil yang kau bawa serta terbang.&lt;br /&gt;Dalam bilik sunyi kalbu, hanya satu pinta: penguasa bumi dan langit, lepaskan kami dari belenggu perpisahan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1640087504743317199-3214118450169903724?l=kenziekeandra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenziekeandra.blogspot.com/feeds/3214118450169903724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1640087504743317199&amp;postID=3214118450169903724' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1640087504743317199/posts/default/3214118450169903724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1640087504743317199/posts/default/3214118450169903724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenziekeandra.blogspot.com/2009/01/terlalu-jauh.html' title='TErlalu Jauh'/><author><name>KenzieKeandra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18100156543720424899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1Av5bN0aRsg/SPYU0dx10uI/AAAAAAAAAAc/Ptf22mp9gdw/S220/DSCN0482.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1640087504743317199.post-6669142367266450629</id><published>2008-12-20T11:50:00.000-08:00</published><updated>2008-12-20T12:44:23.102-08:00</updated><title type='text'>Aafkan aku pahlawan (vol 1)</title><content type='html'>Orang bilang, guru itu digugu dan ditiru. Ada juga yang bilang, guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Tapi, di hadapan makhluk-makhluk bengis bercelana abu-abu di skolahku, guru itu sama dengan media buat bermain dan belajar menguji nyali. Saya nggak akan menyamakan guru dengan hantu, demit, genderuwow,  atau pocongan vs kuntilanak kok! cuma bakal nyeritain pengalamanku, bersentuhan dengan makhluk penunggu kelas satu ini.&lt;br /&gt;Aku punya rekor pribadi yang sampa kapanpun gak akan masuk MURI (Museum Repot Indonesia, habisnya semua bisa dijadiin rekor. Jangan2, kentut paling bau di Tanah Air udah ada yang pegang rekornya juga). Rekorku itu, bikin tiga guru wanita nangis, dan mogok ngajar. Padahal, ini rahasia lo, ibukku juga guru. sttt...jgn keras2 nanti dia denger.&lt;br /&gt;Air mata pertama dan kedua, tumpah pas aku kelas dua. Masa dimana siswa menjelma jadi, perusuh, perusak, dan vandalis. Guru yang aku bikin berlinang air mata adalah guru Bahasa Indo. Sebut saja namnya Guru Bahasa Indonesia kelas Dua alias GBIKD. Ceritanya gini, aku kan paling males kalo disuruh kumpulin tugas, soalnya dia cerewetnya minta ampun DJ! Pas minnggu pertama aku dikasih tugas buat dikumpulin minggu berikutnya, aku sante aja. Pas hari H, aku gak ngumpulin, padahal anak-anak lennya udah pada ribut ngerjain tugas ni. pas hari H, tugas itu ditagih, aku sante aja, aku bilang ke dia, ''wahai ibu guru yang baik hati dan penuh kasih sayang, tugasku tertinggal di rumah, padahal sudah selesai dua hari lalu,'' dia melihatku dengan mata sadis, dengan sedikitmemeriringkan muka ke kirir, sungguh gerakan yang dramatis, dan dia menjawab,  ''Ya sudah, kalau gitu minggu depan dikumpulkan. kamu ini gimana sih, dikasih tugas kok lupa gak dibawa, pelajar macam apa kamu ini.....(kalau ditulis semua ntar habis postingannya, soalnya bisa sampe 735 ribu karakter, dengan hurur times new roman ukuran 8). Waktu minggu depannya, dia pun kembali nangih, kali ini aku kasih jawaban sama. Tak lama kemudian dia menangis tersedu-sedu, matanya berlinangan air mata yang keluar dari hidungnya, tak lama kemudian dia berguling, salto ke belakang empat kali dan menghilang. (maaf, kalo yang itu bukan GBIKD, tapi guru kuda lumping profesional). Dia cuma nangis aja, trus kembali nyeramahin aku, akhirnya dia mogok ngajar hari itu. Aku pun disambut bak pahlawan yang habis pulang dari medan membawa bika ambon.&lt;br /&gt;Selanjutnya, masih di kelas dua, tapi yang aku bikin menangis adalah guru Kimia. JAdi, kita sebut aja dia CO2.  Biasa lah, namanya juga  remaja, apalagi seperti aku yang kata orang hiperkatif. Jadi, susah kalo harus terus konsen ngliat ke depan, apalagi mata kirinya harus lihat ke bawah. Sumpah, susah banget. PAs dia lagi ngajar, aku lagi asyik ngobrol ngalor ngidul sama sebangkuku. Lalu, tanpa angin tanpa hujan, suaranya menggelegar memecah kesunyian kelas dengan kkekuatan 6 juta desibel. "Dinarsa...." sekonyong-konyong koder dia memanggilku dengan suara lantang seperti pemimpin upacara di SLB anak bisa-tuli. Kata-kata berikutnya bertubi-tubi menyerangku secara verbal. ''Coba kamu terangkan soal yang ditulis di papan itu,'' teriaknya. Karena aku gak ngeliat papan sama sekali, aku jadi tergagap, membisu, terpana, tak berdaya. Ingin rasanya kulari ke hutan, lalu belok ke laut. tapi, aku tak bisa dan tak biasa... akhirnya dalam sepersekian detik, otakku berpikir dan menemukan ide biliard, eh berlian, salah, yang betul brilian.  Tanpa  diperintah meluncurlah sebuah kalimat dari mulutku...,"bagaimana mungkin,  membaca saja aku sulit,'' dengan tatapan mata kosong dan  ekpresi memelas terbaik yang bisa kubuat. Kontan, CO2 pun kembali meledak, kali ini 10 kali 20 lipat daripada sebelumya. "Dinarsa....." dia pun menunduk, dan menangis, lalu pergi meninggalkan kelas dengan terisak tak berdaya. Langkahya gontai kakinya seperti dirantai beban seberat hamil di luar nikah. aku yang tersadar, merasa berdosa, dan bersalah. Seakan rasa itu menghujam jiwaku yang sepi, menerobos nurani paling dalam... Tapi, kali ini pun kawan-kawan sekelasku menyambutnya seperti pahlawan habis pulang dari medan perang KDRT. \kurasa cukup sekian dulu, seri pamungkas akan diceritakan pada posting selanjutnya, karena akan lebih heboh dan menusuk. superdahsyat pokoknya... karena itu,  jangn lupa terus  liat blogku, karena ada hal yang tak terduga bersemayam di sana. Hhahahaa....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1640087504743317199-6669142367266450629?l=kenziekeandra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenziekeandra.blogspot.com/feeds/6669142367266450629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1640087504743317199&amp;postID=6669142367266450629' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1640087504743317199/posts/default/6669142367266450629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1640087504743317199/posts/default/6669142367266450629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenziekeandra.blogspot.com/2008/12/aafkan-aku-pahlawan-vol-1.html' title='Aafkan aku pahlawan (vol 1)'/><author><name>KenzieKeandra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18100156543720424899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1Av5bN0aRsg/SPYU0dx10uI/AAAAAAAAAAc/Ptf22mp9gdw/S220/DSCN0482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1640087504743317199.post-4771698092139373104</id><published>2008-11-12T23:12:00.000-08:00</published><updated>2008-11-13T00:01:20.923-08:00</updated><title type='text'>Tertangkap Basah (hampir)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Rokok memang tak bisa dilepaskan dari fenomena remaja. Saat itu, kami mulai belajar menjamah dan mengisap lintingan tembakau yang bisa mengepul kalo dibakar itu. Sebenernya sih itu hal yang wajar-wajar aja, Namanya juga ABG, yang lagi enjoy meregang masa pubernya. Aku termasuk salah seorang yang doyan ngerokok sejak luama. Seingetku, udah sejak aku masih pake celana pendek biru, aku mulai kenal barang sarat nikotin itu. Tapi, tau sendiri, di skolah kami gak bakalan berani ngerokok, apalagi ngeroko sambil nantangin guru BP maen smack down, wah gak bakalan deh!. Jangankan ngerokok, menyimpan rokok aja udah kayak orang yang mau nyelundupi heroin gitu. Bawaannya gak tenang melulu. Sedikit-sedikit twengok kiri-kanan, sebentar-sebentar tengok atas-bawah. Mata juga selalu mengawasai keadaan, seperti elang yang sedang mencari mangsa.&lt;br /&gt;Kebiasaan itu, ternyata terus kubawa sampe jadi anak SMA. Tapi, waktu itu, kami udah mulai berani ngepul di sekolahan. Tentu saja kami harus sembunyi-sembunyi kalo gak kepengen dijaring razia satpol PP (satuan pengaman sekolah pelajar perokok, gitu kepanjangannya). di sekolah kami bertempat di jantung kota pahlawan, ada satu tempat paporit buat ngelepas hajat mengepul. Tempat itu sebenernya adalah kamar mandi cowok. Tapi, udah gak kepake.&lt;br /&gt;Akhirnya ya agak kumuh gitu deh. Tembok-temboknya catnya udah luntur, sarang laba-aba juga sudah bertebaran. Cahayanya juga remang-remang kalo gak bisa dibilang gelap gulita bagai malam tanpa kilau bintang yang bersinar benderang (maaf sebenernya niatnya buat mendramatisir, tapi berlebihan sepertinya). Bahkan, kalau kami ngerti bahasa laba-laba, mungkin mereka sudah kasih peringatan ke kami, ''Jangan Ganggu DEsa kami!'' Kami juga sebenernya sering BT (Bau Tai, suer ini bener terjadi, karena kadang-kadang wc mampet) ngepul di sini. Tempat ini akhirnya kami gelari Ponten. Tapi, kami tak punya pilihan lain. Nyedot di kantin sama aja dengan nyodorin pantat sendiri ke jarum suntik yang dipegang mantri suntik hewan ternak. apalagi nyedot di ruang guru sambil nonton tipi pas jam istirahat. bisa sih sebenernya, tapi sambil ngerokok, punggung bakal merah-merah didera tabokan penggaris kayu nan keras. Kami akhirnya harus pasrah menghadapi keadaan serbaminus ini. Yang penting, tetep bisa ngepul sambil membahas pelajaran Kimia atau Fisika yang menjadi kegemaran kami (kalo yang ini hanya angan-angan, tapi tak pernah terwujud). Penduduk regulernya ya, gengku, aku, q-cheng anak kelas IPA 6, REza nan ajaib, dan Deddy. plus beberapa siswa menyimpang lainnya. Kamibiasa ngerokok di teras kamar mandi yang berbentuk kayak lorong itu.&lt;br /&gt;Setiap jam istirahat tanpa dikomando atau dipaksa oleh sekompi pasukan Densus 88 antiteror, kami langsung berhamburan dari kelas menuju tempat rahasia ini. tujuannya hanya satu, smoking, smoking, smoking. Lama-lama, anak-anak kelas dua ikutan juga. Mereka akhirnya gagbung juga ama anak kelas tiga, dan nongkrong bareng.&lt;br /&gt;Akhirnya, kebiasaan ini mendapat perhatian dari Wakasek Kesiswaan sekolahku yang terkenal galak. Nama aslinya Hadi, tapi anak-anak menjulukinya Gali alias galak sekali. dia adalah komandan GPK (gerakan perusuh kelas). Layaknya, seorang detektif yang lagi melakukan investigasi kasus pembunuhan pawang harimau terkenal, bErhari-hari lamanya, dia mengarahkan pandangan ke arah kamar mandi superjorok yang terletak di pojok kelas yang berimpit. Aku sih cuma berpikir, itu biasa aja. Mungkin akhir-akhir ini dia lagi hobi aja. Meninggalkan hobi lamanya, berkuda sambil salto di halaman sekolah waktu jam istirahat (nggak lah, masak guru hobinya seperti itu. Paling juga memelihara burung berkicau di akuarium lumba-lumba, hehehe....).&lt;br /&gt;Suatu hari, waktu istirahat, hasrat hati pengen langsung melayangkan langkah ke sudut kumuh nan indah itu. Tapi, gak tau kenapa, ada aja yang mneghadang niat itu. begitu keluar dari kelas, langsung aku tiba-tiba pengen beli jamu dulu di depan. Terus, aku ditarik anak-anak pramuka nbuat nongkrong bentar di sanggar mereka, waktu aku udah memantapkan hati ke KM jorok itu, aku berpikir buat ngajak teman-teman yang biasa nemenin aku. Tapi, mereka malah cengengsan sambil main kuda lumping di depan kelas mereka. ''Lho kenopo gak nang ponten?''&lt;br /&gt;''Bahaya pak nang kono, arek kelas loro kenek kabeh, saiki nang kantor. Aku gak sido rono,'' jawab chenk dengan muka tanpa ekspresi seperti biasanya. Tiba-tiba, topan, temen sekelas Chenk nyeletuk, ''Iyo pak, mau aku boker nang ponten (ternyata ada yang tega boker di tempat ginian). Trus gali mlebu, ngonangi arek-arek kelas loro. Terus digowo nang kantor ambek dikaploki. Untung aku gak ketemon, padahal aku yo ngrokok ambek ngi*****sing (maaf sensor tidak tepat pada sasaran),'' katanya berapi-api. Topan menambahkan, tadi Gali cuma tanya, siapa di WC, dan setelah dijawab ''Topan Pak..,'' gali lalu ngeloyor pergi sambil menggelandang tangkapannya. Beruntung, hari itu aku absen, Kalau tidak, wah bisa celaka. Nama baikku sebagai pelajar pasti dipertaruhkan. Semoga ini bisa jadi pelajaran, Kalo mau ngerokok di kamar mandi, sekalian masuk aja. Seperti yang udah dicotohin ma topan. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1640087504743317199-4771698092139373104?l=kenziekeandra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenziekeandra.blogspot.com/feeds/4771698092139373104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1640087504743317199&amp;postID=4771698092139373104' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1640087504743317199/posts/default/4771698092139373104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1640087504743317199/posts/default/4771698092139373104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenziekeandra.blogspot.com/2008/11/tertangkap-basah-hampir.html' title='Tertangkap Basah (hampir)'/><author><name>KenzieKeandra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18100156543720424899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1Av5bN0aRsg/SPYU0dx10uI/AAAAAAAAAAc/Ptf22mp9gdw/S220/DSCN0482.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1640087504743317199.post-925689999253989394</id><published>2008-11-02T07:52:00.000-08:00</published><updated>2008-11-02T09:17:05.098-08:00</updated><title type='text'>Milo Rasa Pel</title><content type='html'>Ini adalah lanjutan dari tulisanku soal my best buddy. DAn, kayak judulnya, post kali ini berhubungan sama minuman.&lt;br /&gt;Aku udah kelas dua. Masa dimana anak-anak SMA lagi suka bikin eksperimen tentang segala macam sesuatu tanpa berpikir lebih dulu. Kami masuk di kelas 2-7. Kelas dimana para risidivis, ,bandit, buronan, perusuh, dan pesuruh sekolah berkumpul, berkomplot, bersekongkol, dan berserikat demi kekacauan bersama.&lt;br /&gt;Seperti layaknya sepasang sahabat yang saling menyayangi dalam suka dan dusta, kami duduk sebangku. Sebagai warga kelas yang baik dan benar, kami juga selalu mendukung usaha temen-temen yang hobi memporakporandakan dunia pendidikan. Seperti maen petasan waktu pelajaran, ngegodain guru kesenian, ngerokok di kelas waktu ada guru, dan bikin nangis para pahlawan tanpa tanda jasa. Aku sendiri sudah bikin nangis tiga guru, padahal, ibu ku sendiri guru lho (keren kan, siapa bisa kayak aku!). Memang, sungguh kejam dunia pendidikan di negara kita.&lt;br /&gt;Ok kawan-kawan cyberku. kembali ke cerita awal. Suatu hari, aku gak inget kenapa, aku masuk sekolah pagi-pagi banget. Kemungkinan besar, waktu itu aku lagi mau nyontek peernya anak-anak cewek. Trus, aku langsung duduk di bangkuku nan indah berseri. Waktu itu, aku demen banget bawa minum ke skul. Menu hari itu adalah es Milo di masak dengan bumbu tauco (gak kok, cuman milo ma es batu ditambah air aja, gak pake pasir segala, apalagi minyak goreng). Begitu aku sampe kelas, aku langsung naruh tasku di kursi. Dasar gak mikir, Miloku tercinta yang aku taro dalem tupper, aku masukin ke kolong bangku. TErang aja langsung tumplek blek. Luberan aer Milo sampe menggenang di bawah kursi dan bangku. Karena kelasku deket mesjid, langung aja aku gerak cepat ke km mesjid buat ambil kain pel. Sejurus kemudian, dengan gerakan tanpa bayangan aku ngelap bersih tumpahan miloku yg malang itu. Ingin rasanya kutangisi Miloku yang tumpah, dan berteriak mengutuk ketidakadilan yg menimpaku. Tapi, kok rasanya itu berlebihan ya...Lalu, aku masukin tumpahan milo itu kembali ke dalam tupper, trus, aku kembali ke masjid buat ngembaliin kain pel. Lalu, terjadilah peristiwa yang menghenyakkan jiwa, dan menegakkan bulu kuduk. kawan baikku yg baru datang, ternyata njoy aja tanpa beban dan dengan brutalnya nyeruput Miloku yang udah rasa kain pel bgt. Aku yang menyaksikan kejadian itu hanya tertegun, dengan liur menetes, dan tubuh terguncang. Spontan aku teriak, ''Lho..., itu kan...,'' seruku sambil nunjuk temenku yang makin biadab aja meminum Milo yang udah terkontaminasi itu. ''Itu kan udah tumpah, terus aku pel, aku masukin ke tupper,'' teriakku ke dia sambil meloncat menerjang tubuhnya. Tapi, semua terlambat, sia-sia tak berarti. Nasi sudah menjadi bubur ayam. Dia malah bilang, ''Ah.., kamu bohong . Kamu pelit kan, gak mau kasih aku milo mu,'' dengan ekspresi santai tanpa beban dan perasaan. Waktu temen-teman cewek pada ketawa ngakak, baru, dia sadar, something's wrong. Dia baru yakin kalau yang diminumnya adalah barang yang sudah terkena radiasi &lt;em&gt;kainus pelus jijayus.&lt;/em&gt; Lalu, secepat buron BLBI, dia ngibrit ke kantin diiringi tawa meledak anak-anak yg tau kejadian membanggakan itu. Meski melakukan perbuatan yang cukup nista. tapi, setidaknya dia udah buktiin, dia adalah orang yang sangat sehat, dengan sistem imun tubuh dan imun rasa malu yang bekerja dengan sempurna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1640087504743317199-925689999253989394?l=kenziekeandra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenziekeandra.blogspot.com/feeds/925689999253989394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1640087504743317199&amp;postID=925689999253989394' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1640087504743317199/posts/default/925689999253989394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1640087504743317199/posts/default/925689999253989394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenziekeandra.blogspot.com/2008/11/milo-rasa-pel.html' title='Milo Rasa Pel'/><author><name>KenzieKeandra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18100156543720424899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1Av5bN0aRsg/SPYU0dx10uI/AAAAAAAAAAc/Ptf22mp9gdw/S220/DSCN0482.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1640087504743317199.post-2867033381103913491</id><published>2008-10-26T23:22:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T09:09:22.692-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='High School Madness'/><title type='text'>Laskar Pewangi</title><content type='html'>Dunia bagi sebagian orang penuh makna, canda, tawa, dan bahagia. Bagi orang lain, dunia adalah mara bahaya, penuh nista, dan tanda bahaya. Sementara bagi orang lain, dunia berarti penggabungan antara kedua kutub berlawanan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di jaman Putih-abu abu dulu. Bagi kawan sebangkuku yang lucu, dan suka cuci baju sambil bertinju, dunia sekolah mungkin terasa tak adil. Tapi, dia berhasil bangkit dari keterpurukan dan himpitan. Dari yang dulunya tidur beralas tikar bareng tikus dan ular (ini beneran!), sekarang melenggang di apartemen mewah di Negeri Sakura. Untuk melindungi reputasinya sebagai seorang progamer handal kualitas ekspor, namanya hanya akan disebut Mr. X+y=n? wah sprtnya terlalu rumit. ya udah dipanggil Reza aja. tapi jangan itu kan nama aslinya. Kalo gitu, mending disebut Kumbang aja (soalnya dia co, kalo ce pasti bunga).&lt;br /&gt;Sebenernya dia bukan loser, tp kelakuannya seringkali aneh bin superduper veryvery ajaib. Selain itu, aku juga bakal menceritakan tentang geng ku di masa lalu yang mengbinspirasiku samapi saat ini. Mumpung lagi demam laskar pewangi, sori, maksudnya laskar pelangi, semoga cerita ini bisa menginspirasi orang-orang di luar sana yang merasa jadi loser bin minder. Jangan menyerah, keterbatasan adalah batas yang harus didobrak! Mulai sekarang, ini akan diceritakan bersambung dengan format .JPG. Tapi, di tengah jalan, kemungkinan cerita ini bisa berubah sewaktu-waktu sesuai mood dan nilai tukar dolar terhadap Rupiah...&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Part one:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku kenal dia pas kelas 1 SMA di SMA 6 Sby. Itu kejadiannya udah 11 taon lalu. Saat itu, diriku masih imut dan tampan tiada tandingan. Sekarang.... Ya, semakin guanteng aja lah. Pertama ketemu dia pas MOS (masanya orang susah. Soalnya dibentakin terus seminggu penuh tanpa ampun!). dia sekelas ma aku di kelas pojok deket kamar mandi, pertama liat dia, kayaknya amazing banget. Kalo kamu dulu sering liat Discovery Channel di TPI, itu mirip pertemuan Rob Bredel atau Steve Irwin dengan buaya darat air tawar pemakan tumbuhan, dan mereka nyeletuk, ''Wah, cantik sekali hewan ini,'' hehehee... Anaknya ceking, pake kacamata miring sebelah, bajunya asli tak tersentuh setrika yang mondar-mandir, dan celananya kedodoran. Sepatu pun bagian blakangnya diinjak. But, that's ok. Setelah kenal, anaknya asik jg sich. Dia baik dan penuh sopan santun. Buktinya, dia gak pernah godain nenek-nenek yang lagi striptis di zebra cross. Atau, menjitak jidat kepala sekolah dari belakang sambil melakukan pemboman bunuh diri. Suer!! Kita jadi akrab karena sama-sama berasal dari sekolah pinggiran (bahasa kerennya di daerah suburban gitu), meskipun sekolahku lebih minggir dari dia. SAmpai-sampai jaman dulu ada yang bilang SMP ku adalah sekolah mewah, alias mepet sawah. Sementara, temen-temen skul lainnya kebanyakan anaknya orang kaya raya. Kalau kita sih cukup orang yang kaya rayap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;DAn, Sekolah ternyata memang lah sawah bagi kami para kumbang untuk mencari lebah betina. Reza dan aku pun demikian sodara-sodara. MOS yang cuma seminggu udah cukup buat kami menentukan sasaran, menggambar koordinat, dan mengeksekusinya dengan artileri cinta monyet. Ceritanya, aku yang maju duluan ke garis depan dengan berbekal doa dan muka tembok. Setelah mencari kesempatan bareng cewek inceranku, dengan latar belakang anak-anak yang lagi pada main voli pantai di dalem kelas, aku tumpahkan rasa di jiwa kepada seorang dara nan jelita. Anakny putih, manis, dengan 12 lesung pipit di wajahnya (yg ini asli becanda). Sebut aja nama cewek gambaranku ini Rafflesia Arnoldi (abis, mawar atau melati udah terlalu sering banget sekali). ''Arnold (kependekan dari Arnoldi. Tapi, kok malah jadi serem ya! seperti lagi ngerayu cowok. Hiii, kayak Rian donk)..., seminggu terakhir dirimu begitu mempesona hatiku. Saat memandang wajahmu, rasanya aku menemukan oase nan sejuk di dekat air terjun'' rayuku dengan ilmu yang didapatkan Jin Galon, setelah bertapa di pinggir kalimas selama 1x24 jam (soalnya kalo lebih dari itu harus lapor pak RT dulu. Repot). Akhirnya kata-kata ajaib itu pun meluncur dari mulutku begitu saja. ''Aku suka kamu, mau nggak jadi pacarku?'' Bukannya reaksi terkejut atau terhenyak. Kaget, terperanjat, tersanjung, terpana, atau terpidana. Dia malah senyum cekikikan sesudah aku ngomong perasaanku. Hihihihihi.... (seingatku, senyumnya waktu itu mirip Suzana di pilem Guna-Guna Istri Muda). Aku yang diketawain, dalam hati cuman mengutuk dan bilang, ''Wah kok diketawain, ini serius. Masalah perasaan ini. Emang aku tukul arwana diketawain,'' rutukku dalam hati. Setelah ketawa, cewek itu langsung aja ngeloyor pergi tanpa meninggalkan sekantong emas pun. Dan, seperti kebiasaan klasik sejak zaman batu, cewek setelah ditembak, dia minta waktu biar terkesan gak gampangan gitu maksudnye. Kupikir seminggu atau lebih, Ternyata, dugaanku meleset 180 derajat kali cosinus 4 akar lima, ''Nanti istirahat kedua aku jawab ya,'' katanya dengan suara tujuh oktaf. Setelah dua jam menanti, rasanya jantungku mau copot, dan hatiku mau transplantasi, akhirnya kami ketemu di depan kelas mata pelajaran teknik kuncian gulat. Dia pun menjawab dengan jawaban singkat dan meyakinkan. Wajahnya pun tampak tenang tanpa beban. Aku bersyukur, ternyata dia masih sadar. Dia bilang, ''maaf ya, aku cuman nganggep kamu temennya keponakan kakak sepupu temenku.'' Sedih hatiku denger jawaban kayak gitu. Rasanya seperti kesamber gledekan. RASanya seperti udah seminggu gak makan bebek goreng. pokoknya menyedihkan, melebihi dari sedihnya orang yang gagal cari utangan di tengah hutan. Tapi, apa mau dikata, membaca saja aku sulit... (dengan ekspresi termenanung di pinggiran jendela sambil pegang kepala). KArena aku gak mau jadi korban penolakan sendirian, aku memberi semangat REza untuk nembak gebetannya. Targetnya adalah, seorang makhluk manis dan putih, dengan rambut kriting, suka mengerling, serta berguling-guling sambil minum softdrink. Namanya Leea. REza yg awalnya gak pede dengan penampakkan visualnya, akhirnya menjadi tidak percaya diri (sama aja donk). Tapi, dia pun menjelma jadi penjuang asmara sejati. Sebelum berangkat ke medan perang dia tak lupa mampir ke musola untuk sembayang. ''Aku siap sekarang,'' gitu katanya kepadaku dengan mantap. Sambil nyengir-nyengir kuda lumping makan beling, aku menepuk-nepuk pundaknya dengan hangat. Seakan-akan berkata, ''Selamat berjuang kawanku, semoga kamu ditolak juga, seperti aku,heheheh...'' Penembakan pun dilancarkan dengan mulus. Dengan jurus bangau mematok mangsa, dia langsung menukik ke sasarannya tanpa ampun. Tak kalah sakti, sang sasaran pun membalas dengan jurus yang bikin dia terkapar dalam sekali colek. Padahal, dia cuman bilang. ''Sori ya, ur not my type (seingatku sih bilang gitu),'' Dengan gontai tapi santai, dia menemuiku di kantin skul sambil menyantap sepiring nasi pecel yang masih ngutang, dan es teh rampasan. Sekali lagi, kucoba menenangkannya seperti seorang motivator yang sedang berorasi di depan petani tebu yang bangkrut karena lahannya terkena bom bunuh diri Amrozi cs. ''Rez, tenang aja, masih banyak cewek di dunia yang bisa dikejar dan dimiliki,'' hiburku dengan perasaan penuh kepuasan...(end part one)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1640087504743317199-2867033381103913491?l=kenziekeandra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenziekeandra.blogspot.com/feeds/2867033381103913491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1640087504743317199&amp;postID=2867033381103913491' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1640087504743317199/posts/default/2867033381103913491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1640087504743317199/posts/default/2867033381103913491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenziekeandra.blogspot.com/2008/10/laskar-pewangi.html' title='Laskar Pewangi'/><author><name>KenzieKeandra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18100156543720424899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1Av5bN0aRsg/SPYU0dx10uI/AAAAAAAAAAc/Ptf22mp9gdw/S220/DSCN0482.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1640087504743317199.post-85805480935994916</id><published>2008-10-22T09:18:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T09:45:11.011-07:00</updated><title type='text'>High School MAdness</title><content type='html'>Mercon and Ketek I&lt;br /&gt;nget jaman sekolah dulu. Kami adalah adalah putra-putri harapan bangsa yang sangat kreatif dan inovatif. Termasuk dalam hal ngerjain guru dan memelihara kekacauan sekolah.Ceritanya begini. Suatu hari ketika matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat di tahun 1999, ketika aku masih kelas 2 SMA, pas bulan puasa. Bagi kamu waktu itu, gak keren kalo bulan puasa gak ada sedikit keramaian yang dihasilkan dari sinkronisai bubuk peledak dan sumbu yang terbakar yang disebut mercon. Kami adalah para ahli bahan peledak amatir yg sma sekali gak bercita2 jadi anggota tim Gegana. "Kapten, sudah siap semua artilerinya. Tinggal menunggu perintah,” kata Sersan Boy yg menjabat Kepala Logistig Bidang Petasan.&lt;br /&gt;”Mari kita laksanakan misi ini. May God Speed (semoga Tuhan Punya Kecepatan),” jawab Letnan Ahmed yang menjabat Manajer Operasional kekacauan dan keorakporandaan sekolah.&lt;br /&gt;Ktika Jam istirahat tiba pada pukul 9 kuadrat akar pangkat 3, misi itu dilaksanakan, dengan sandi Seek and Destroy Oh Yes&lt;br /&gt;Dhuar!!!!, Doorrr!!!.”Bunyi mercon terdengar bersahutan saudara. Kami melaporkan dari sebuah sekolah di tengah kota Surabaya,” kata seorang reporter TV Al Jazeera yang baru dikirim ke Afghanistan. Ya, tak lama setelah kami membuka serangan, brigade kelas sebelah membalas dengan meluncurkan artileri semi permanen seukuran rokok Dji Sam Soe versi orisinil.&lt;br /&gt;Walhasil, guru-guru pada kewalahan. Tp mrk gak tgl diam. Mereka menugaskan seorang guru yang sangat handal dalam mengurus aksi sporadis segerombolan penjahat puber. Dia adalah pemimpin pasukan komando guru sekolah yang sangat bengis (kebelet ngising, ooops kelepasan), dan mantan anggota KGB (Kelompok Gemar Belajar). Dia adalah guru yang killer bin juahat, sampe dapat julukan Gali, alias galak sekalee. Tingginya sekitar 1/4 kali Yao Ming, dengan kulit yang sedikit over pigmented. Dengan penuh nyali, dia masuk ke tengah medan peperangan. Sejurus kemudia, dia sampe di kelasku yang jadi garis depan pertempuran. Tiba2 dia teriak, ”Saya tahu, di kelas ini ada yang main mercon.” ”Untuk membuktikannya, saya akan mencium tangan anak-anak cowok satu2,” ancamnya. Dan, dia membuktikannya. Sontak, anak2 yg pada maen mercon pd kelimpungan. Tp, mrk ud pny akal msng2 utk menyamarkan bau bubuk petasn yg khas itu. ”Change to Plan B and C, or D,” seru Letnan Ahmed kepada anggota kompinya. Stlh mencium 1-1, tb giliran tangan seorang prajurit berpangkat Bripka (Berdiri Pake Kepala (sirkus kalee)), namanya Upri.Dia menerjemahakn instruksi sang komandan dengan masukin tgnnya k dlm kaos kaki, lalu ke ketiaknya.&lt;br /&gt;Setelah mencium bau najis nan terkutuk itu, si Gali langsung kelenger dan mengumpat. ”Pri…, tgnmu kok baunya aneh, spt ketiak,” teriaknya spontan. Anehnya, si Gali tetep gak nyadar, kalo bau yg barusan dia endus memang origanlly ketek’s smell. Tp, ank2 di kelas pd diem aje, menjaga agar misi top secret ini gak terbongkar. DAn, setelah Gali take off dari kelas, tawa anak2 meledak. ”Huahahahahaha….., kita berhasil memukul telak guru ter-killer in the school.” Upri, the Ketekman cuma cengengesan lalu nyeletuk. ”Habisnya aku bingung tadi, ya udah aku masukan ke ketiak ma kaos kaki aja tanganku,” katanya dengan nada dasar C Menor. Kalo aku sih aman2 aja. Soalnya tanganku bau wangi. Bukannya habis mandi pake sabun wangi, tapi tadi waktu dirazia, aku sukses merampas parfum dagangan temen cewek di belakangku. Well. sepertinya KArma emang ada. Sekarang, Upri mengikuti jejak gali menjadi guru di sebuah SD. Semoga Tuhan tidak memberinya murid seperti dirinya dulu. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1640087504743317199-85805480935994916?l=kenziekeandra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenziekeandra.blogspot.com/feeds/85805480935994916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1640087504743317199&amp;postID=85805480935994916' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1640087504743317199/posts/default/85805480935994916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1640087504743317199/posts/default/85805480935994916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenziekeandra.blogspot.com/2008/10/high-school-madness.html' title='High School MAdness'/><author><name>KenzieKeandra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18100156543720424899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1Av5bN0aRsg/SPYU0dx10uI/AAAAAAAAAAc/Ptf22mp9gdw/S220/DSCN0482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1640087504743317199.post-8135840485069878729</id><published>2008-10-18T19:07:00.000-07:00</published><updated>2008-10-18T20:04:59.627-07:00</updated><title type='text'>wartawan bonek</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Seperti biasa, tugas ke luar kota ikut tur PErsebaya. Kali ini, aku berangkat ke Kudus. aku janjian ama wartawan JTV, dan berita Jatim untuk berangkat dari Surabaya jam 11 malem. Tapi, seperti biasa masih mbulet aja gtloh! akhirnya, setelah menunggu taxi di depan graha pena sampai mata bernanah, dan mulut berliur, seonggok taxi baru menampakkan diri. Itu pun kami harus nyeberang dulu sampai di depan IAIN. Sudah kayak orang mau mudik aja. Biar cuma empat ekor, bawaan kita banyak banget. Setelah menginjak pedal gas dalam-dalam dan melaju dengan kecepatan ultrasonik, akhirnya kami sampai di terminal bus Bungurasih setngah jam kemudian. anak-anak sudah berharap, kita dapat bus dengan air kondisioner, yang bisaa dipake tidur sambil ngiler. &lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Tapi, semua harapan ternyata hanya hampa belaka. Keinginan kita untuk terlelap dalam buaian hawa nan sejuk, harus diganti dengan tonjokan angin malam yang menerjang tanpa amun dari jendela bus yang sebenarnya sudah layak dimasukkan ke Muri (Museum Rombeng Indonesia. hehehe...). Ya, bus patas yang kami dambakan dan inginkan ternyata sudah habis. ''Wah, Nar, bus patasnya sudah habis. Terpaksa kita naik yang biasa aja,'' keluh Ernest, wartawan JTV yang potongan rambutnya mirip Ariel Peterpan yang baru dicukur di tempat penjagalan hewan. Permukaan bangkunya yang berlobang di sana sini dengan busa berlompatan, aku langsung membayangkan perjalanan brutal nan panjang dan melelahkan. Kami tunggu kira-kira satu jam, setelah sekitar seratus pedagang buah, pengamen, tukang jual korek, dan anak gawang (lho, kok yang ini ikutan juga) berseliweran di koridor bus yang kira-kira lebarnya hanya setengah meter, akhirnya pak sopir duduk manis di kokpit dan siap lepas amblas. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Ohiya, sebelum bus meluncur di orbitnya, Ernest masih sempat membeli sesuatu untuk oleh-oleh keponakannya yang baru masuk playgroup. dan, itu adalah, pisau yang katanya stainless steel mbikinan njepang, yang sebilah harganya dua rebu maratus. Memang, dia adalah om yang sangat prhatian akan keselamatan keponakannya yang suka pake pake pita itu.&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Akhirnya petualangan bagaikan cowboy di alam barat nan liar kami mulai dari sini. awalnya, bus melaju dengan kecepatan manis manja bin ajaib. Kami yang berimpitan di bangku belakang tetap tenang. Tapi, kekuatan sejati bus itu baru tampak ketika sudah melaju di jalanan luar Kota Pahlawan. Sang sopir dengan sadis memerkosa kemudi dan menggencet pedal gas sampai mentok. Dengan suspensi yang superduper keras. Kami serasa di banting tanpa kasih sayang ke sana kemari. Tapi, kantuk juga yang akhirnya memaksa kami berkompromi dengan kemalangan di malam minggu ini. rasa kebelet pipis pun diam-diam terbang berganti dengan bayangan buaian mimpi. fotograferku, angger, alih-alih tersiksa tidur dengan kepala miring, malah langsung ngorok begitu pak sopir menjalankan bus. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Mungkin, sopir bus ini mantan pembalap jalanan yang berjiwa seorang pembom berani mati. dia melajukan bus secepat kilat ekspres. Nyalinya juga top. Biar bawa bus yang guede, dia berani lo main salip sana sini, tanpa peduli keselamatan penumpang. Berkat penampilan sang sopir yang sangat cekatan di belakang kemudi, Surabaya-kudus hanya dijelajahi dalam waktu 5 jam saja. Kami diturunkan di depan terminal Kudus jam 6 pas. Dengan mata berkaca-kaca, dan tampang trendi, kami terbengong-bengong di depan terminal. Kami tak tahu harus kemana, karena memang tak ada arah yang dituju. Penderitaanku, trasa lebih menyiksa daripada anak-anak lainnya. HIV (hasrat ingin vivis) yang sudah bergejolak di dalam jiwa belum bisa tersalurkan. Apesnya lagi, kamar mandi di dalam terminal masih dikunci. Akhirnya, dengan keberanian yang tinggi, aku pun pipis di udara terbuka, di mana dedaunan menjadi alasnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;dEngan informasi secukupnya, akhirnya kami berjalan kaki menuju hotel tempat persebaya menginap. begitu indah rasanya perjalanan pagi itu, dengan punggung pegal dan mata merah yang berair menyertainya. hiks...hiks... Sampai di hotel, ternyata, kamar sudah penuh. Jadilah, kami gelandangan di kota kretek ini. beruntung cak mat mau menampung kami, dan akhirnya dipindah ke kamar manajer persebaya. kini biarkan kami tidur pulas sebelum kembali menghadapi cobaa hidup. But it;s ok cause we're bonek journalist... &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1640087504743317199-8135840485069878729?l=kenziekeandra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenziekeandra.blogspot.com/feeds/8135840485069878729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1640087504743317199&amp;postID=8135840485069878729' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1640087504743317199/posts/default/8135840485069878729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1640087504743317199/posts/default/8135840485069878729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenziekeandra.blogspot.com/2008/10/wartawan-bonek.html' title='wartawan bonek'/><author><name>KenzieKeandra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18100156543720424899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1Av5bN0aRsg/SPYU0dx10uI/AAAAAAAAAAc/Ptf22mp9gdw/S220/DSCN0482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1640087504743317199.post-5671835871388650292</id><published>2008-10-15T09:30:00.000-07:00</published><updated>2008-10-15T09:34:06.484-07:00</updated><title type='text'>About President of USA</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_1Av5bN0aRsg/SPYba-OaZAI/AAAAAAAAABA/INW-GAbraBY/s1600-h/lincoln.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257419765195629570" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_1Av5bN0aRsg/SPYba-OaZAI/AAAAAAAAABA/INW-GAbraBY/s320/lincoln.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Keajaiban Statistik Presiden Amerika Serikat&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;Dari daftar seluruh Presiden Amerika Serikat ada keajaiban statistik khususnya mereka yang mengalami nasib buruk ketika memegang jabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan bila seorang Presiden terpilih dengan tahun yang berakhir dengan 0. Juga perhatikan perbedaan tahun pengangkatan diantara mereka adalah 20 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1840: William Henry Harrison (meninggal di masa jabatan)&lt;br /&gt;1860: Abraham Lincoln (terbunuh di masa jabatan)&lt;br /&gt;1880: James A. Garfield (terbunuh di masa jabatan)&lt;br /&gt;1900: William McKinley (terbunuh di masa jabatan)&lt;br /&gt;1920: Warren G. Harding (meninggal di masa jabatan)&lt;br /&gt;1940: Franklin D. Roosevelt (meninggal di masa jabatan)&lt;br /&gt;1960: John F. Kennedy (terbunuh di masa jabatan)&lt;br /&gt;1980: Ronald Reagan (mengalami percobaan pembunuhan di masa jabatan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Persamaan yang janggal antara Presiden Lincoln dan Kennedy&lt;br /&gt;Abraham Lincoln terpilih ke Kongres di tahun 1846.&lt;br /&gt;John F. Kennedy terpilih ke Kongres di tahun 1946.&lt;br /&gt;Abraham Lincoln terpilih sebagai Presiden di tahun 1860.&lt;br /&gt;John F. Kennedy terpilih sebagai Presiden di tahun 1960.&lt;br /&gt;Kedua-duanya adalah pejuang hak-hak sipil.&lt;br /&gt;Kedua-duanya tertembak pada hari Jum'at.&lt;br /&gt;Kedua-duanya tertembak di kepala.&lt;br /&gt;Sekertaris Presiden Lincoln bernama Kennedy.&lt;br /&gt;Sekertaris presiden Kennedy bernama Lincoln&lt;br /&gt;Kedua Presiden terbunuh oleh orang yang berasal dari Selatan.&lt;br /&gt;Kedua Presiden digantikan oleh orang dari Selatan yang sama-sama bernama Johnson.&lt;br /&gt;Andrew Johnson, yang menggantikan Lincoln, lahir di tahun 1808.&lt;br /&gt;Lyndon Johnson, yang menggantikan Kennedy, lahir di tahun 1908.&lt;br /&gt;John Wilkes Booth, yang membunuh Lincoln, lahir di tahun 1839.&lt;br /&gt;Lee Harvey Oswald, yang membunuh Kennedy, lahir di tahun 1938.&lt;br /&gt;Kedua pembunuh mempunyai nama berisi 15 huruf.&lt;br /&gt;Lincoln tertembak di teater bernama Ford.&lt;br /&gt;Kennedy tertembak di dalam mobil bermerk 'Lincoln' dibuat oleh pabrik Ford.&lt;br /&gt;Booth dan Oswald terbunuh sebelum masuk pengadilan.&lt;br /&gt;Satu minggu sebelum Lincoln tertembak, ia berada di Monroe, Maryland.&lt;br /&gt;Satu minggu sebelum Kennedy tertembak, dia bersama Marilyn Monroe.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1640087504743317199-5671835871388650292?l=kenziekeandra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenziekeandra.blogspot.com/feeds/5671835871388650292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1640087504743317199&amp;postID=5671835871388650292' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1640087504743317199/posts/default/5671835871388650292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1640087504743317199/posts/default/5671835871388650292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenziekeandra.blogspot.com/2008/10/about-president-of-usa.html' title='About President of USA'/><author><name>KenzieKeandra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18100156543720424899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1Av5bN0aRsg/SPYU0dx10uI/AAAAAAAAAAc/Ptf22mp9gdw/S220/DSCN0482.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1Av5bN0aRsg/SPYba-OaZAI/AAAAAAAAABA/INW-GAbraBY/s72-c/lincoln.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1640087504743317199.post-7176776543380843237</id><published>2008-10-15T09:24:00.001-07:00</published><updated>2008-10-15T09:25:06.863-07:00</updated><title type='text'>BUBI CHEN THE LEGEND OF JAZZ SURGERY</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Di jagat musik, siapa tak kenal Bubi Chen. Dia adalah salah satgu maestro piano jazz yang masih hidup sejak saat ini. Berikut ini adalah hasil perbincangan saya dengan dia beberapa waktu lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bubi Chen, Legenda Hidup Jazz Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Saya Yang Jadi Ahli Bedah Piano&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski banyak musisi jazz bermunculan, nama Bubi Chen sebagai maestro jazz Indonesia masih belum bisa tergantikan. Bahkan, dia layak menjadi legenda hidup aliran musik asal Amerika itu di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sibuk apa Om?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, beginilah, sekarang saya sedang sibuk menata keping-keping CD. Saya sesuaikan dengan keping klasik koleksi saya. Tidak untuk apa-apa, hanya berniat merapikan saja. O ya, dalam bulan-bulan ini, saya akan memulai rekaman jazz fusion kerja sama dengan anak-anak muda keluaran Berkeley. Hahaha tantangan baru…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan mengajar piano tetap kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saya mengajar piano, keyboard, dan teori musik. Semua privat. Dibanding di sini (Surabaya), saya lebih banyak mengajar di luar kota seperti Semarang dan Jakarta. Murid di Surabaya malah tidak begitu banyak. Orang-orang Jakarta banyak yang bilang, mereka bela-belain belajar sama saya, orang Surabaya malah adem ayem. Sudah ratusan murid saya yang jadi. Salah satunya Tamam Husen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti Om Bubi sibuk terus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibilang begitu. Setiap bulan, saya pasti keluar kota. Terutama akhir bulan. Ya mengajar atau konser di dalam atau luar negeri. Semua saya lakoni sendiri. Empat kali keliling dunia saya jalani sendirian. Capek juga sih. Apalagi, kondisi fisik saya mulai lemah. Tapi, ya saya berdoa saja supaya Yang Mahaesa tetap memberikan kesehatan dan ketabahan hati kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantaslah Om Bubi sampai sekarang tetap menjadi ikon musik jazz Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak pernah merasa diri saya menjadi legenda. Saya hanya orang biasa yang menerima banyak cinta kasih dari Tuhan Yang Mahaesa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik di mata Om Bubi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa saya adalah jiwa yang agresif. Agresivitas itu masuk ke dalam musik saya. Karena itu, improvisasi musik saya sangat agresif. Kalau ada pemusik jazz yang bermain dengan lembut, saya bermain dengan menggebu-gebu. Buat saya, semua musik bagus. Asalkan, ditampilkan dengan baik dan disajikan dengan bagus. Saya senang dangdut, klenengan Jawa, musik Sunda. Malahan, saya pernah merekam grand piano dengan kecapi Sunda Mang Udin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Anda, bagaimana musik jazz Indonesia sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada era Soekarno, jazz yang notabene berasal dari Amerika dianggap sebagai musik kolonialis. Karena itu, pada masa tersebut, jazz sangat dikekang, banyak hambatannya. Ketika menjadi pemain piano di Istana Negara, saya tidak bisa leluasa memainkan musik jazz. Yang saya mainkan musik klasik terus. Nah, pada era Pak Harto, jazz lebih bebas dan lebih bisa diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, jazz Indonesia saat ini sudah banyak mengalami kemajuan, meski belum bisa dikatakan hebat. Sekarang banyak yang mulai menyukai jazz. Sayangnya, yang senang itu tidak berarti ngerti jazz. Senang dan ngerti itu lain lho. Kalau hanya senang, mereka tidak akan tahu mana jazz yang bagus dan mana yang tidak. Seperti musisi jazz yang sekarang banyak bermunculan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa di antara mereka memang ada yang betul-betul belajar jazz ke Amerika. Tapi, tidak sedikit yang tidak sekolah dan memainkan jazz dengan ngawur. Ada sangat banyak kesempatan belajar, tapi kok tidak digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya-karya Anda diapresiasi negara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir kepemimpinan Megawati Soekarnoputri, pada 2004, saya mendapatkan penghargaan Satya Lencana Kebudayaan. Penghargaan tersebut diberikan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata I Gde Ardika di Surabaya. Beliau datang ke rumah saya karena ketika itu saya sedang sakit. Bagi saya, penghargaan tersebut sangat membanggakan sekaligus mengharukan. Betapa tidak, pada usia saya yang sudah tua ini, masih ada yang mengingat dan menghargai karya-karya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Anda, peran media untuk musik jazz?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mestinya sangat menolong. Sayangnya, yang terjadi, media malah menjadi penghambat karena banyak wartawan yang nggak ngerti jazz, tapi sok ngomong jazz. Nggak ngerti apa-apa tapi SP, sok pinter. Jadinya ngawur. Mengapa begitu? Bisa jadi karena wartawan itu nggak mau baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, mungkin jazz belum terlalu familier. Wong kadang orang yang menyelenggarakan jazz juga tidak tahu tentang jazz. Dipikirnya jazz harus ada penyanyi. Lek ngono aku yo ngelus dodo (Om Bubi lantas tertawa, Red). Jazz itu ada atau nggak ada penyanyi, ya sama saja. Saya punya banyak pengalaman mengecewakan soal tersebut. Tapi, saya bisa apa lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Om Bubi sejak kecil memang bercita-cita menjadi pemusik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah hampir menjadi dokter, tapi nggak jadi. Ceritanya begini, waktu SMA, kami adalah lima sekawan. Satu pribumi dan empat keturunan Tionghoa. Saking akrabnya, rasanya kami bersumpah setia ingin menjadi dokter semua. Malahan, waktu itu, kami sudah memikirkan masing-masing akan menjadi dokter apa. Saya ditebak bakal menjadi ginekolog karena paling senang sama cewek (Bubi Chen tertawa lagi). Padahal, sebenarnya cewek yang suka sama saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tebakan itu kebanyakan tepat. Empat kawan saya benar-benar menjadi dokter. Tiga orang menetap di Amerika karena dilarang kembali oleh pemerintah akibat dihubung-hubungkan dengan PKI. Semua menjadi profesor. Begitu halnya satu teman saya yang pribumi. Dia juga profesor, ahli bedah tulang, sekarang sudah meninggal. Hanya saya yang menjadi ahli bedah piano. Hahaha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda menurunkan ilmu musik kepada anak-anak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal bakat, itu bukan urusan saya. Itu urusan Tuhan. Meski begitu, ada yang mengikuti jejak saya. Anak sulung dan yang kedua, Howie dan Benny, dua-duanya jago musik. Howie main piano, Benny nge-drum. Tapi, saya tidak pernah mengarahkan mereka. Mereka memilih sendiri. Malahan, anak ketiga, Yana, yang saya suruh main musik, ternyata malah nggak jadi. Sekarang, dia menjadi insinyur besar di RRT (Republik Rakyat Tiongkok). Di sana, dia membuat alat-alat seperti brain scanning atau MRI (magnetic resonance imagine).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mengajari Howie dan Benny?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak pernah karena tidak akan bisa. Ibaratnya begini, seandainya Anda seorang dokter dan mempunyai anak, apakah akan Anda obati sendiri ketika dia sakit? Tentu tidak akan berani. Pasti Anda menyerahkan pada rekan sesama dokter karena takut salah. Begitu pula dengan saya. Lagi pula, kalau saya ajari sendiri, pasti mereka akan sering membantah. Karena itu, daripada bertengkar, lebih baik mereka sekolah saja sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa harapan Om Bubi terhadap musisi jazz tanah air?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya harap mereka tetap tekun belajar musik. Tidak sekadar bermain, tapi juga belajar apa itu musik dan menyenangi segala jenis aspek serta gaya musik. Jangan menjadi anak-anak sok nge-jazz yang merendahkan jenis musik tertentu dengan mengatakan, “O, ini musik kuno, o ini musik kampungan”. Saya juga main dangdut. Dulu, ketika di kodam, saya memimpin band dan kami memainkan dangdut. Tapi, saya juga main musik klasik. Pokoknya, jangan mengotak-kotakkan musik. Apa pun musiknya, semua bagus, asalkan dimainkan dengan profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan, kesehatan Om Bubi dikabarkan menurun. Namun, ternyata tetap terlihat bugar hingga menjelang 70 tahun. Apa rahasianya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gula darah saya memang agak berat. Saya mengidapnya sejak berusia 30 tahun. Dibilang mengganggu aktivitas, pasti mengganggu. Namun, saya terus melawan. Kalau tidak, saya tidak mungkin bertahan hingga usia 70 tahun. Supaya selalu bugar, saya berusaha tidak membebani pikiran. Banyak pikiran malah memperparah keadaan. Saya biasanya mengalihkan pikiran ke hobi. Hobi saya banyak. Mulai musik, membaca, merakit pesawat, sampai fotografi. (igna ardiani astuti/muhammad dinarsa kurniawan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Bubi Chen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama : Suprawoto Bubi Chen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir : Surabaya, 9 Februari 1938&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri : Anne Chiang (alm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah : Tan King Hoo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak : 1. Howie Chen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Benny Chen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Yana Chen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Serena Chen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi : - Tampil di New York Fair bersama Indonesian All Stars (1967)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Festival Jazz Berlin (1997)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Salah satu dari sepuluh pianis jazz dunia terbaik (1997)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. SD &amp;amp; SMP di Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. SMA St. Louis Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kursus piano dengan Di Lucia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kursus piano dengan Yosef Bodmer (8 tahun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kursus Tertulis dari Wesco School of Music di New York, AS (1955-1957)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karir:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Karyawan RRI Jakarta (1955)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dosen di YMI &amp;amp; Yasmi Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Guru privat piano&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ketua Yayasan Musik Victor Indonesia di Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Anggota Circle Band&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pemimpin Indonesian All Stars Band&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskografi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kau dan Aku (1976)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bubi di Amerika (1984)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bubi Chen And His Fabulous 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengapa Kau Menangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mr. Jazz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pop Jazz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bubi Chen Plays Soft and Easy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kedamaian (1989)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Bubi Chen and His Friends (1990)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Bubi Chen - Virtuoso (1995)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Jazz The Two Of Us (1996)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. All I Am (1997)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1640087504743317199-7176776543380843237?l=kenziekeandra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenziekeandra.blogspot.com/feeds/7176776543380843237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1640087504743317199&amp;postID=7176776543380843237' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1640087504743317199/posts/default/7176776543380843237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1640087504743317199/posts/default/7176776543380843237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenziekeandra.blogspot.com/2008/10/bubi-chen-legend-of-jazz-surgery.html' title='BUBI CHEN THE LEGEND OF JAZZ SURGERY'/><author><name>KenzieKeandra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18100156543720424899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1Av5bN0aRsg/SPYU0dx10uI/AAAAAAAAAAc/Ptf22mp9gdw/S220/DSCN0482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1640087504743317199.post-6133540732162659334</id><published>2008-10-15T09:15:00.000-07:00</published><updated>2008-10-15T09:21:17.092-07:00</updated><title type='text'>Tentang Film Pendek Durasim</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1Av5bN0aRsg/SPYYal_FI1I/AAAAAAAAAA4/kZzkCCSCXMg/s1600-h/CAK+DURASIM+FILM.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257416460153987922" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_1Av5bN0aRsg/SPYYal_FI1I/AAAAAAAAAA4/kZzkCCSCXMg/s320/CAK+DURASIM+FILM.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ini adalah salah satu tulisan saya yang diterbitkan di salah satu harian nasional&lt;br /&gt;Tulisan ini saya pilih, karena selama ini kita hanya mendengar nama cak durasim tanpa tahu siapa dia sebenarnya. Setidaknya deskripsi yang diberikan dalam tulisan ini bisa membantu kita mengetahui siapa dia sebenarnya, meski hanya sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film Pendek Cak Durasim, Pembuka FCD 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Digarap Sehari, Spanduk pun Dipakai Kostum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Festival Cak Durasim (FCD) tahun ini akan istimewa. Selain menampilkan berbagai kreasi seni, Taman Budaya Jawa Timur (TBJT) memberikan apresiasi khusus kepada tokoh legendaris Cak Durasim. Yakni, patung yang siap diresmikan dan film pendek yang diputar saat pembukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. DINARSA KURNIAWAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat serdadu Dai Nippon menggelandang seorang pribumi yang mengenakan kostum penari remo. Mereka tak henti-henti memukul dan menendang tubuh penari tersebut. Sejurus kemudian, penari itu dimasukkan sel.&lt;br /&gt;Itulah cuplikan adegan dalam film yang menceritakan penyiksaan terhadap seniman Surabaya, Cak Durasim, oleh tentara Jepang. Dia disiksa karena parikannya yang dianggap mengajak masyarakat membangkang kepada Nippon. Parikan yang terkenal sekitar 1945 itu berbunyi, Begupon Omahe Doro, Melok Nippon Tambah Soro.&lt;br /&gt;Secara utuh, film itu menceritakan hari-hari terakhir Cak Durasim sebelum menemui ajal dalam penjara Jepang. Ada tiga adegan yang ditampilkan dalam film arahan sutradara Antok Agusta yang juga pegawai di lingkungan TBJT (Taman Budaya Jawa Timur) tersebut.&lt;br /&gt;Menurut Antok, tak mudah menampilkan sosok seniman ludruk asli Jombang itu dalam gambar bergerak. “Jujur saja, referensi saya untuk membuat film itu sangat terbatas. Salah satunya adalah buku Soerabaia Tempo Doeloe karangan Dukut Imam Widodo,” jelasnya.&lt;br /&gt;Halangan bukan hanya itu. Dana yang terbatas menjadikan film tersebut sangat sederhana, baik dari sisi tampilan maupun pembuatan. Namun, hal itu tak mengurangi kedalaman makna yang disampaikan film yang berdurasi sekitar lima menit tersebut. Dalam film yang akan ditampilkan dalam warna sephia itu juga sengaja tidak ada dialog. Hanya parikan legendaris Cak Durasim tersebut yang diputar sepanjang film. “Bukannya antidialog. Tapi, kalau yang diputar hanya parikannya, yang melihat pasti akan tambah ngenes,” ujarnya.&lt;br /&gt;Antok dan kru hanya melakukan persiapan dua hari sebelum pengambilan gambar pada 1 Oktober lalu. Syuting pun benar-benar hanya sehari, pukul 14.00 sampai sekitar pukul 18.00. Lokasi yang dipilih untuk menggambarkan kesengsaraan Cak Durasim juga masih di sekitar kompleks TBJT, Jalan Gentengkali. Untuk lokasi saat Cak Durasim ngremo dan melantunkan parikan legendarisnya, dipilih panggung di Gedung Cak Durasim.&lt;br /&gt;Lalu, untuk penjara Jepang, dipilih bekas kamar mandi di sebelah timur kompleks TBJT yang memang cocok karena pintunya dilengkapi jeruji. Sementara itu, syuting ruang penyiksaan diambil di Ruang Gamelan. Make-up yang dibubuhkan ke wajah pemeran juga seadanya. Darah yang membasahi baju Cak Durasim dibuat dari saus tomat.&lt;br /&gt;Para pemeran yang dipilih Antok untuk mengisi film itu dipilih dari pegawai di lingkungan TBJT. Salah satunya adalah Daryanto yang memerankan sosok Cak Durasim.&lt;br /&gt;Antok menyatakan, Daryanto dipilih karena sosoknya paling pas dengan ciri-ciri fisik Cak Durasim yang didapatkan dari referensinya. Sementara itu, empat peran pembantu lainnya bermain sebagai serdadu Jepang yang menyiksa Cak Durasim.&lt;br /&gt;Untuk urusan itu, dia mengaku menemui sedikit kesulitan. “Karena pemerannya bukan aktor profesional, mengarahkannya harus lebih sabar. Terutama supaya akting mereka alami,” ungkapnya.&lt;br /&gt;Daryanto, pemeran utama film yang belum diberi judul itu, mengungkapkan, “Sebenarnya tidak susah mendalami karakter Cak Durasim. Cuma, menarinya itu yang agak susah. Tapi, itu bisa diatasi, meski awalnya agak kaku.”&lt;br /&gt;Sebelumnya, Daryanto memang akrab dengan seni, tapi bukan tari, melainkan wayang dan campursari. Tak heran, dia tak menemui kesulitan saat harus melantunkan parikan Bekupon Omahe Doro tersebut. Dia juga baru benar-benar mendapat gambaran jelas tentang sosok Cak Durasim setelah memerankan sang pahlawan seni itu.&lt;br /&gt;Pembuatan film tersebut terbilang lancar, meski Antok dan timnya terpaksa harus melakukan serangkaian improvisasi. Misalnya, ketika adegan Cak Durasim sedang diberi makan di penjara. Sebenarnya, dia menginginkan makanan ditaruh dalam piring seng supaya lebih mewakili zaman itu. Tapi, karena tak menemukan piring seng, akhirnya diputuskan menggunakan piring melamin. Makanan yang akan diberikan kepada Cak Durasim juga belum siap, sehingga kru akhirnya membeli dari PKL yang mangkal di kompleks TBJT.&lt;br /&gt;Lalu, ketika adegan di ruang penyiksaan yang gambarnya diambil di ruang gamelan, Antok merasa ruangan di belakang gedung TBJT itu kurang sangar dan kurang mengerikan. Akhirnya, dia mengomando para kru yang terdiri atas dua orang serta para pemeran untuk mengambil dedaunan kering yang berserakan di lapangan. Di sudut ruangan itu, adegan penyiksaan Cak Durasim pun direkam.&lt;br /&gt;Improvisasi tidak hanya berhenti pada hal tersebut. Kostum yang dikenakan para pemeran juga apa adanya. Tapi, justru karena itu, kostum malah terlihat mewakili zamannya. Misalnya, saat Daryanto harus mengenakan cawat seperti yang lazim digunakan tahanan Jepang pada masa penjajahan. Mereka sempat kerepotan mencari. Lantas, diputuskan menyulap spanduk menjadi celana supermini ala Jepang itu.&lt;br /&gt;Warga yang datang pada pembukaan FCD dan melihat film tersebut diharapkan kian menghargai kiprah Cak Durasim sebagai salah seorang pahlawan yang berjuang di bidang seni. Menurut Antok, selain sebagai bentuk penghormatan atas jiwa patriotisme Cak Durasim, film itu dibuat agar khalayak tahu sosok serta kiprah seniman legendaris tersebut. “Ide pembuatan film itu didapatkan ketika para panitia FCD mengadakan rapat rutin. Dari pertemuan tersebut, akhirnya tercetus ide untuk menyajikan sosok Cak Durasim dalam bentuk film pendek. Sayang kalau patung Cak Durasim hanya diresmikan mentah-mentah,” katanya. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawa Pos, Minggu, 04 Nov 2007 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1640087504743317199-6133540732162659334?l=kenziekeandra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenziekeandra.blogspot.com/feeds/6133540732162659334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1640087504743317199&amp;postID=6133540732162659334' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1640087504743317199/posts/default/6133540732162659334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1640087504743317199/posts/default/6133540732162659334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenziekeandra.blogspot.com/2008/10/tentang-film-pendek-durasim.html' title='Tentang Film Pendek Durasim'/><author><name>KenzieKeandra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18100156543720424899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1Av5bN0aRsg/SPYU0dx10uI/AAAAAAAAAAc/Ptf22mp9gdw/S220/DSCN0482.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1Av5bN0aRsg/SPYYal_FI1I/AAAAAAAAAA4/kZzkCCSCXMg/s72-c/CAK+DURASIM+FILM.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1640087504743317199.post-2596609149935242003</id><published>2008-10-15T09:09:00.000-07:00</published><updated>2008-10-15T09:14:00.878-07:00</updated><title type='text'>Halo Dunia</title><content type='html'>Setelah sekian lama berhasrat, akhirnya saya menerbitkan blog. Media ini saya beri naam KenzieKeandra, seperti nama anak saya. Dalam blog ini, saya akan berusaha memberikan informasi sehebat mungkin dan sedahsyat mungkin tentang apapun yang terjadi di dunia. Tak sebatas hal-hal yang saya alami saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga waktu tidak melenyapkan hadirnya blog ini bersama datangnya rasa malas untuk mengupdate blog ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciao...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1640087504743317199-2596609149935242003?l=kenziekeandra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kenziekeandra.blogspot.com/feeds/2596609149935242003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1640087504743317199&amp;postID=2596609149935242003' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1640087504743317199/posts/default/2596609149935242003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1640087504743317199/posts/default/2596609149935242003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kenziekeandra.blogspot.com/2008/10/halo-dunia.html' title='Halo Dunia'/><author><name>KenzieKeandra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18100156543720424899</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_1Av5bN0aRsg/SPYU0dx10uI/AAAAAAAAAAc/Ptf22mp9gdw/S220/DSCN0482.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
