Sabtu, 20 Desember 2008

Aafkan aku pahlawan (vol 1)

Orang bilang, guru itu digugu dan ditiru. Ada juga yang bilang, guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Tapi, di hadapan makhluk-makhluk bengis bercelana abu-abu di skolahku, guru itu sama dengan media buat bermain dan belajar menguji nyali. Saya nggak akan menyamakan guru dengan hantu, demit, genderuwow, atau pocongan vs kuntilanak kok! cuma bakal nyeritain pengalamanku, bersentuhan dengan makhluk penunggu kelas satu ini.
Aku punya rekor pribadi yang sampa kapanpun gak akan masuk MURI (Museum Repot Indonesia, habisnya semua bisa dijadiin rekor. Jangan2, kentut paling bau di Tanah Air udah ada yang pegang rekornya juga). Rekorku itu, bikin tiga guru wanita nangis, dan mogok ngajar. Padahal, ini rahasia lo, ibukku juga guru. sttt...jgn keras2 nanti dia denger.
Air mata pertama dan kedua, tumpah pas aku kelas dua. Masa dimana siswa menjelma jadi, perusuh, perusak, dan vandalis. Guru yang aku bikin berlinang air mata adalah guru Bahasa Indo. Sebut saja namnya Guru Bahasa Indonesia kelas Dua alias GBIKD. Ceritanya gini, aku kan paling males kalo disuruh kumpulin tugas, soalnya dia cerewetnya minta ampun DJ! Pas minnggu pertama aku dikasih tugas buat dikumpulin minggu berikutnya, aku sante aja. Pas hari H, aku gak ngumpulin, padahal anak-anak lennya udah pada ribut ngerjain tugas ni. pas hari H, tugas itu ditagih, aku sante aja, aku bilang ke dia, ''wahai ibu guru yang baik hati dan penuh kasih sayang, tugasku tertinggal di rumah, padahal sudah selesai dua hari lalu,'' dia melihatku dengan mata sadis, dengan sedikitmemeriringkan muka ke kirir, sungguh gerakan yang dramatis, dan dia menjawab, ''Ya sudah, kalau gitu minggu depan dikumpulkan. kamu ini gimana sih, dikasih tugas kok lupa gak dibawa, pelajar macam apa kamu ini.....(kalau ditulis semua ntar habis postingannya, soalnya bisa sampe 735 ribu karakter, dengan hurur times new roman ukuran 8). Waktu minggu depannya, dia pun kembali nangih, kali ini aku kasih jawaban sama. Tak lama kemudian dia menangis tersedu-sedu, matanya berlinangan air mata yang keluar dari hidungnya, tak lama kemudian dia berguling, salto ke belakang empat kali dan menghilang. (maaf, kalo yang itu bukan GBIKD, tapi guru kuda lumping profesional). Dia cuma nangis aja, trus kembali nyeramahin aku, akhirnya dia mogok ngajar hari itu. Aku pun disambut bak pahlawan yang habis pulang dari medan membawa bika ambon.
Selanjutnya, masih di kelas dua, tapi yang aku bikin menangis adalah guru Kimia. JAdi, kita sebut aja dia CO2. Biasa lah, namanya juga remaja, apalagi seperti aku yang kata orang hiperkatif. Jadi, susah kalo harus terus konsen ngliat ke depan, apalagi mata kirinya harus lihat ke bawah. Sumpah, susah banget. PAs dia lagi ngajar, aku lagi asyik ngobrol ngalor ngidul sama sebangkuku. Lalu, tanpa angin tanpa hujan, suaranya menggelegar memecah kesunyian kelas dengan kkekuatan 6 juta desibel. "Dinarsa...." sekonyong-konyong koder dia memanggilku dengan suara lantang seperti pemimpin upacara di SLB anak bisa-tuli. Kata-kata berikutnya bertubi-tubi menyerangku secara verbal. ''Coba kamu terangkan soal yang ditulis di papan itu,'' teriaknya. Karena aku gak ngeliat papan sama sekali, aku jadi tergagap, membisu, terpana, tak berdaya. Ingin rasanya kulari ke hutan, lalu belok ke laut. tapi, aku tak bisa dan tak biasa... akhirnya dalam sepersekian detik, otakku berpikir dan menemukan ide biliard, eh berlian, salah, yang betul brilian. Tanpa diperintah meluncurlah sebuah kalimat dari mulutku...,"bagaimana mungkin, membaca saja aku sulit,'' dengan tatapan mata kosong dan ekpresi memelas terbaik yang bisa kubuat. Kontan, CO2 pun kembali meledak, kali ini 10 kali 20 lipat daripada sebelumya. "Dinarsa....." dia pun menunduk, dan menangis, lalu pergi meninggalkan kelas dengan terisak tak berdaya. Langkahya gontai kakinya seperti dirantai beban seberat hamil di luar nikah. aku yang tersadar, merasa berdosa, dan bersalah. Seakan rasa itu menghujam jiwaku yang sepi, menerobos nurani paling dalam... Tapi, kali ini pun kawan-kawan sekelasku menyambutnya seperti pahlawan habis pulang dari medan perang KDRT. \kurasa cukup sekian dulu, seri pamungkas akan diceritakan pada posting selanjutnya, karena akan lebih heboh dan menusuk. superdahsyat pokoknya... karena itu, jangn lupa terus liat blogku, karena ada hal yang tak terduga bersemayam di sana. Hhahahaa....

Tidak ada komentar: