Rabu, 28 Januari 2009

TErlalu Jauh

PErpisahan selalu menyesakkan, selalu menimbulkan bercak lara di hati. Mungkin kali ini duka perpisahan lebih menyayatku. Tak hanya hati dan jiwa, tapi serasa mencabut seluruh akalku. Dia pergi bersama hembusan awan yang bergulung dan angin yang berhembus ke timur. Meninggalkanku berkubang dalam nyeri di hati yang tak terperi. Mengapa perpisahan ini berjuta lebih berat daripada sebelum-sebelumnya? mengapa perpisahan ini meremukkan hatiku? Mungkin karena perpisahan ini juga memisahkan hatiku dari tubuhku dan jiwaku.

Saat senja menyapa, hanya gemintang memandu rinduku. Kucari penghiburan kepada langit, karena aku tahu, dia juga akan menatap langit yang sama, meski bumi yang kami pijak tak sama, walau mentari berlungsur lebih cepat di sana.

Entah kapan perpisahan itu selalu terjadi. Terlalu jauh kudipisahkan dari rasa dan tawa yang kau bawa. Tak bisa kuharap kau cepat kembali, karena tak ada indah yang mampu kugenggamkan untukmu dan malaikat kecil yang kau bawa serta terbang.
Dalam bilik sunyi kalbu, hanya satu pinta: penguasa bumi dan langit, lepaskan kami dari belenggu perpisahan ini.

1 komentar:

bhayangkarafootball.blogspot.co.id mengatakan...

ayo...........nar jangan be sad.... sing penting main PS ae