Mercon and Ketek I
nget jaman sekolah dulu. Kami adalah adalah putra-putri harapan bangsa yang sangat kreatif dan inovatif. Termasuk dalam hal ngerjain guru dan memelihara kekacauan sekolah.Ceritanya begini. Suatu hari ketika matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat di tahun 1999, ketika aku masih kelas 2 SMA, pas bulan puasa. Bagi kamu waktu itu, gak keren kalo bulan puasa gak ada sedikit keramaian yang dihasilkan dari sinkronisai bubuk peledak dan sumbu yang terbakar yang disebut mercon. Kami adalah para ahli bahan peledak amatir yg sma sekali gak bercita2 jadi anggota tim Gegana. "Kapten, sudah siap semua artilerinya. Tinggal menunggu perintah,” kata Sersan Boy yg menjabat Kepala Logistig Bidang Petasan.
”Mari kita laksanakan misi ini. May God Speed (semoga Tuhan Punya Kecepatan),” jawab Letnan Ahmed yang menjabat Manajer Operasional kekacauan dan keorakporandaan sekolah.
Ktika Jam istirahat tiba pada pukul 9 kuadrat akar pangkat 3, misi itu dilaksanakan, dengan sandi Seek and Destroy Oh Yes
Dhuar!!!!, Doorrr!!!.”Bunyi mercon terdengar bersahutan saudara. Kami melaporkan dari sebuah sekolah di tengah kota Surabaya,” kata seorang reporter TV Al Jazeera yang baru dikirim ke Afghanistan. Ya, tak lama setelah kami membuka serangan, brigade kelas sebelah membalas dengan meluncurkan artileri semi permanen seukuran rokok Dji Sam Soe versi orisinil.
Walhasil, guru-guru pada kewalahan. Tp mrk gak tgl diam. Mereka menugaskan seorang guru yang sangat handal dalam mengurus aksi sporadis segerombolan penjahat puber. Dia adalah pemimpin pasukan komando guru sekolah yang sangat bengis (kebelet ngising, ooops kelepasan), dan mantan anggota KGB (Kelompok Gemar Belajar). Dia adalah guru yang killer bin juahat, sampe dapat julukan Gali, alias galak sekalee. Tingginya sekitar 1/4 kali Yao Ming, dengan kulit yang sedikit over pigmented. Dengan penuh nyali, dia masuk ke tengah medan peperangan. Sejurus kemudia, dia sampe di kelasku yang jadi garis depan pertempuran. Tiba2 dia teriak, ”Saya tahu, di kelas ini ada yang main mercon.” ”Untuk membuktikannya, saya akan mencium tangan anak-anak cowok satu2,” ancamnya. Dan, dia membuktikannya. Sontak, anak2 yg pada maen mercon pd kelimpungan. Tp, mrk ud pny akal msng2 utk menyamarkan bau bubuk petasn yg khas itu. ”Change to Plan B and C, or D,” seru Letnan Ahmed kepada anggota kompinya. Stlh mencium 1-1, tb giliran tangan seorang prajurit berpangkat Bripka (Berdiri Pake Kepala (sirkus kalee)), namanya Upri.Dia menerjemahakn instruksi sang komandan dengan masukin tgnnya k dlm kaos kaki, lalu ke ketiaknya.
Setelah mencium bau najis nan terkutuk itu, si Gali langsung kelenger dan mengumpat. ”Pri…, tgnmu kok baunya aneh, spt ketiak,” teriaknya spontan. Anehnya, si Gali tetep gak nyadar, kalo bau yg barusan dia endus memang origanlly ketek’s smell. Tp, ank2 di kelas pd diem aje, menjaga agar misi top secret ini gak terbongkar. DAn, setelah Gali take off dari kelas, tawa anak2 meledak. ”Huahahahahaha….., kita berhasil memukul telak guru ter-killer in the school.” Upri, the Ketekman cuma cengengesan lalu nyeletuk. ”Habisnya aku bingung tadi, ya udah aku masukan ke ketiak ma kaos kaki aja tanganku,” katanya dengan nada dasar C Menor. Kalo aku sih aman2 aja. Soalnya tanganku bau wangi. Bukannya habis mandi pake sabun wangi, tapi tadi waktu dirazia, aku sukses merampas parfum dagangan temen cewek di belakangku. Well. sepertinya KArma emang ada. Sekarang, Upri mengikuti jejak gali menjadi guru di sebuah SD. Semoga Tuhan tidak memberinya murid seperti dirinya dulu. Amin.
Rabu, 22 Oktober 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar